Pendidikan seni rupa dan kerajinan PGSD STKIP PGRI TULUNGAGUNG kelas 3F
Senin, 04 Januari 2016
Senin, 09 November 2015
Senin, 26 Oktober 2015
Rabu, 21 Oktober 2015
Membutsir dari Plastisin dan Merangkai barang bekas
Makalah
Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan
(Membutsir Patung dari Plastisin & Merangkai Barang Bekas)
Dosen
Pengampu : M.
Reyhan F M.Pd
Kelas/Prodi : 3F/PGSD
Anggota
Kelompok 8 :
1)
Tika
Diah Ayu Purwati
2)
Helis
Ita Prastiwi
3)
Berlian
Ramadhani Putri
4)
Gadis
Anugerah I
STKIP
PGRI TULUNGAGUNG
Jalan
Mayor Sujadi No.7 Tulungagung Telp./ Fax 0355-321426
Email:stkippgritulungagung@gmail.com/website: stkippgritulungagung.ac.id/Kode
Pos 66221
Tahun
2015
KATA PENGANTAR
Puji
syukur saya panjatkan ke hadirat Allah
SWT. bahwa saya telah menyelesaikan tugas kelompok mata kuliah seni rupa SD
dengan membahas tentang seni sebagai media pendidikan dan
pendekatan berbasis ilmu dalam pendidikan seni rupa.
Makalah
ini disusun dan dibuat berdasarkan materi – materi yang ada. Materi – materi
bertujuan agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang seni sebagai media pendidikan dan pendekatan
berbasis ilmu dalam pendidikan seni rupa.
Seperti
kata orang bijak, tidak ada yang sempurna dalam hidup. Oleh karena itu, kritik
dan saran dari pembaca, khususnya dosen pembimbing sangat perlu bagi kami untuk
kesempurnaan makalah kami di kemudian
hari.
Semoga
materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang
membutuhkan, khususnya kami dan para pembaca pada umumnya sehingga tujuan yang
diharapkan dapat tercapai, Amiin.
Tulungagung, 19 Oktober 2015
Tim Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR…………………………………………………………... i
DAFTAR
ISI…………………………………………………………………….. ii
BAB
I PENDAHULUAN
·
LATAR
BELAKANG…………………………………………………… 1
·
RUMUSAN
MASALAH………………………………………………… 1
·
TUJUAN…………………………………………………………………. 1
BAB
II PEMBAHASAN
·
SENI
SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN.................................................. 2
·
PENDEKATAN
BERBASIS DISIPLIN ILMU DALAM PENDIDIKAN SENI RUPA………………………………………………………………….. 4
BAB
III PENUTUP
·
KESIMPULAN…………………………………………………………… 7
·
PENUTUP……………………………………………………………....... 7
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………….. 8
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Seni sebagai suatu bentuk ekspresi
seniman memiliki sifat-sifat kreatif, emosional, individual, abadi dan
universal. Sesuai dengan salah satu sifat seni yakni kreatif, maka seni sebagai
kegiatan manusia selalu melahirkan kreasi-kreasi baru, mengikuti nilai-nilai
yang berkembang di masyarakat.
Seni juga merupakan hal yang
menjadikan dunia terasa indah, tanpa seni tidak ada yang dapat dirasakan begitu
indah. Tuhan menciptakan dunia dan seluruh kekayaan yang ada di dalamnya dengan
seni dan penuh dengan keindahan. Hal ini dapat terlihat dari beragamnya warna
yang ada dalam dunia ini, air bewarna bening, tanah bewarna coklat, pepohonan
yang berwarna hijau, langit bewarna biru. Semua diciptakan penuh dengan seni,
sampai kepada ciptaanNya yang paling megah dan penuh dengan seni, yaitu
manusia.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apakah
pengertian dari membutsir ?
2.
Apakah
pengertian dari merangakai ?
C.
TUJUAN
1.
Untuk
mengetahui pengertian dari membutsir.
2.
Untuk
mengetahui pengertian dari merangakai.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Membutsir Patung dari Plastisin
Membutsir adalah membentuk tanah
liat atau lilin (plastisin/malam) menjadi bentuk mainan, patung kecil atau
bentuk tertentu berdasarkan daya cipta. Sebelum dibentuk, tanah liat sebaiknya
dibersihkan dahulu dari butiran batu atau pasir yang kasar, lembutkan adonannya
dengan tangan. Jika terlalu lembek biarkan (diangin-anginkan) hingga kadar
airnya berkurang, dan jika dipegang tanah tidak lengket pada tangan kita. Namun
jika menggunakan plastisin (lilin/malam), tidak akan terjadi masalah pengolahan
bahan. Pada tahap pertama, buatlah bentuk global (dari benda yang akan
diciptakan), kemudian buatlah bentuk rincinya setahap demi setahap. Untuk
menghaluskan permukaan bentuk, gunakan alat butsir (dari kawat atau kayu yang
dibuat menyerupai jari tangan).
Cara kerja memahat dan membutsir
berbeda. Kegiatan memahat bahan yang digunakan dikurangi sedikit demi sedikit
secara bertahap sehingga nanti memperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan.
Kegiatan membutsir adalah menambah sedikit demi sedikit dan membentuk sampai
sesuai dengan yang diinginkan.
Teknik butsir
adalah teknik membuat patung dengan menggunakan bahan lunak (tanah liat, bubur
kertas, malam butsir, dll). Bahan tersebut bersifat plastis (mudah dibentuk
sesuai keinginan) Sedangkan bahan yang dapat dipakai
dalam teknik ini antara lain tanah liat, plastisin, bubur kertas dan
sejenisnya.
Untuk membuat patung dengan Teknik
butsir, membutuhkan alat – alat sebagai berikut : sudip ,pisau, tali pemotong,
rol penggilas serta pahat pendukung lainnya.
Bahan untuk membuat
patung dengan teknik butsir adalah tanah liat, semen, plastisin, lilin, bubur
kertas, sabun, dan gips.
Ø Proses
pembuatan patung dengan teknik butsir adalah :
1. Siapkan
tanah liat atau plastisin
2. Siapkan
alat bantu butsir dan air
3. Siapkan
meja putar (jika ada)
4. Siapkan
gambar rancangan patung
5. Tempatkan
tanah liat atua plastisin di atas meja putar sedikit demi sedikit
6. Pijat
– pijat bahan hingga mendekati bentuk yang diinginkan secara global
7. Jika
bahan kurang bisa di tambah, sebaliknya bila berlebih bisa dikurangi
8. Sempurnakan
bentuk dengan alat bantu
9. Berikan
sentuhan akhir dengan pembentukan detail patung dan di haluskan
Membutsir dapat
dilakukan sesuai dengan kreativitas masing-masing individu. Berikut adalah
beberapa contoh membutsir sederhana dengan menggunakan plastisin.
Dengan
tema”TANAMAN” subtema “BUAH-BUAHAN, Dibawah ini saya akan menjelaskan bagaimana
cara dari pembuatan plastisin itu sendiri sehingga bisa menghasilkan
beberapa karya yang bisa dinikmati bersama, sebagai contoh tema diatas,caranya
sebagai berikut:
Ø Alat/bahan:
1. Plastisin
warna-warni
2. Pisau
kater
3. Clemek
4. Papan
abon
5. Serta
tentukan tema apa yang ingin di buat
Ø Cara
pembuatannya:
1. Pasang
lah terlebih dahulu clemek, karena ini berguna agar pakaian yang kita gunakan
tidak kotor terkena plastisin yang akan digunakan.
2. Pilihlah
warna apa yang digunakan untuk mengkreasikan karya kita tersebut, kemudian
potong jika dianggap terlalu besar.
3. Setelah
dipotong, letakkan plastisin ditelapak tangan serta bulat-bulatkan plastisisn
tersebut agar lentur .
4. Setelah
itu pakai teknik gulung,
dengan cara mengambil sebagian yang kecil dari hasil pijatan tadi dengan
meletakkan ke telapak tangan,Lalu gesekkan telapak tangan yang berisi plastisin
tadi berulang kali, sampai plastisin yang kecil tadi membentuk panjang seperti
mie(ukuran dan banyaknya sesuai dengan keinginan kita sendiri) seperti gambar:
5. Setelah
selesei,susun seperti lingkaran dari yang kecil –besar atau tergatung apa yang
kita inginkan, lalu kemudian ratakan bagian-bagian luar yang terlihat
bekas-bekas lingkaran serta buat tumpuan untuk keranjang. Agar keranjang bisa
lengket pada papan abon yang telah disediakan tersebut sehinga membentuk
seperti keranjang tanpa tentengan seperti gambar:
![]() |
6. Selanjutnya
tugas kita ialah membuat tentengan untuk keranjang tersebut, dengan cara yang
sma gesekkan plastsisin tadi berulang kali, sehingga membentuk seperti
mie kembali, untuk pembuatan tentengan keranjang disini , saya menggunakan dua
warna agar perpaduannya lebih bagus untuk dilihat, setelah itu, pilinkan kedua
plastisin yang panjang tadi, sehingga membentuk seperti gambar:
![]() |
![]() |
7. Setelah
itu tempelkan pada keranjang tadi dengan perlahan.
8. Setelah
itu tugas kita ialah membuat berbagai macam bentuk buah-buahan yang diinginkan,
seperti strawberri,pisang,anggur,mangga,sirsak,dan manggis dengan cara
mengambil seperlunya plastisin lalu membulatkannya, untuk pembuatan daun kita
gunakan teknik
sisik sehingga membentuk seperti kelopak.
9. Setelah
itu buat dua buah keranjang lagi untuk meletakkan buah-buahan yang telah dibuat
tadi dengan cara mengambil secukupnya plastisin, lalu letakkan ditangan, lalu
gunakan teknik
pijat (sesuai keinginan hati untuk ukurannya), setelah itu gabungkan
dengan tumpuan yang telah diletakkan diatas papan abon (agar keranjang bisa
lengket dengan kuat).
10. Setelah
itu kreasikan sendiri sesuka hati di atas papan abo tersebut.
![]() |
B.
Merangkai
Barang Bekas
Marangkai ialah menyusun atau
menyambungkan bagian benda yang satu ke benda yang lain hingga membentuk suatu
komposisi yang utuh berkesatuan. Susunan atau rangkaian tersebut menciptakan
struktur bentuk, baik bentuk abstrak ataupun naturalistis. Benda yang disusun
bisa berupa buah- buahan, sayur-sayuran, bunga-bungaan, benda-benda bekas
(limbah: kertas, dus, kaleng, botol plastik, kotak korek api, dsb). Teknik
merangkai bermacam- macam, ada yang dihekter, dilem, dipatri, diikat,
tergantung dari kebutuhan dan kemungkinan kekuatan dari konstruksi susunan
tersebut. Kegiatan ini bisa berupa kegiatan: merangkai bunga, merangkai janur,
merangkai manik-manik, membuat jembatan dari dus bekas, membuat maket
rumah-rumahan dari kotak korek api, dan sebagainya.
Merangkai barang
bekas dapat dilakukan sesuai dengan kreativitas masing-masing individu. Berikut
adalah beberapa contoh merangkai barang bekas dari botol..
Ada banyak jenis
kerajinan yang dapat kita buat. Botol
bekas yang tidak terpakai bisa kita manfaatkan menjadi sebuah karya seni
yang sangat indah dan bernilai jual tinggi. Sehingga kita bisa membuat sebuah Peluang Usaha
dari kerajinan tangan ini.
Ø Aneka barang bekas yang dapat kita gunakan yaitu :
1. Botol
AQua Bekas.
2. Botol
Minuman Ringan Lainnya.
3. Botol
Obat-obatan.
4. Botol
dari perlengkapan dapur.
5. Tutup
botol dari setiap kemasan.
6. Dan
Lain Lain.
Jenis hasil
karya yang bisa kita buat dengan plastik bekas aqua atau sejenisnya dapat kita
manfaatkan sebagai hiasan atau sebagai alat bantu rumah tangga. Beberapa ide
kreatif yang akan kami jelaskan dalam artikel ini benar-benar membuat kami
kagum akan ide-ide tersebut. Dengan memilih botol plastik unik kita dapat menerapkan model dan jenis kerajinan
yang berbeda.
Ø Aneka
kerajinan tangan dari botol bekas :
Tempat Perhiasan dari Botol Bekas
![]() |
Pot Bunga Unik dari Botol Bekas.
![]() |
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Membutsir
adalah membentuk tanah liat atau lilin (plastisin/malam) menjadi bentuk mainan,
patung kecil atau bentuk tertentu berdasarkan daya cipta. Membutsir dapat dilakukan sesuai
dengan kreativitas masing-masing individu.
Untuk membuat patung dengan Teknik
butsir, membutuhkan alat – alat sebagai berikut : sudip ,pisau, tali pemotong,
rol penggilas serta pahat pendukung lainnya.Bahan
untuk membuat patung dengan teknik butsir adalah tanah liat, semen, plastisin,
lilin, bubur kertas, sabun, dan gips.
Marangkai ialah
menyusun atau menyambungkan bagian benda yang satu ke benda yang lain hingga
membentuk suatu komposisi yang utuh berkesatuan. Susunan atau rangkaian
tersebut menciptakan struktur bentuk, baik bentuk abstrak ataupun naturalistis.
Banyak sekali yang bisa kita buat dengan menggunakan barang bekas misalnya kita
dapat memanfaatkan botol-botol bekas yang
tidak terpakai, koran bekas dan masih banyak lagi barang-barang bekas yang
dapat kita manfaatkan sehingga memiliki nilai fungsi dan nilai jual yang
tinggi.
B.
SARAN
Kami menyadari bahwa makalah ini
jauh dari sempurna. Untuk itu kami sangat menerima saran dan masukan dari
saudara.
DAFTAR
PUSTAKA
https://mellyhandayanicyrus.wordpress.com/2012/11/13/berkarya-dengan-plastisin/(di
Akses tanggal 13 Oktober 2015, pukul 09.00 WIB)
http://bahan-membuat.com/search/teknik-membutsir-dan-teknik-mencungkil-dengan-media-sabun-dan-plastisin/page/2(di
Akses tanggal 13 Oktober 2015, pukul 09.20 WIB)
http://selvi-ariyani.blogspot.co.id/2012/08/aneka-kegiatan-berkarya-seni-rupa.html(di
Akses tanggal 13 Oktober 2015, pukul 09.35 WIB)
http://www.wirasejati.com/2015/01/30-kerajinan-dari-botol-bekas-mengagumkan.html(di
Akses tanggal 13 Oktober 2015, pukul 09.50 WIB)
http://sarungpreneur.com/kerajinan-tangan-dari-barang-bekas-yang-mudah-dibuat/(di
Akses tanggal 13 Oktober 2015, pukul 10.00 WIB)
http://psrpgsdstikippgritulungagung.blogspot.co.id/2015/09/pendidikan-seni-rupa-dan-kerajinan-pgsd.html?m=1(
di Akses tanggal 13 Oktober 2015, pukul 10.10 WIB)
Langganan:
Postingan (Atom)





















